Categories
Perikanan

Pembenihan Lobster

Pembenihan Lobster

Pembenihan Lobster

Pengertian Pembenihan

Pembenihan adalah proses mendapatkan lobster baru atau benih penetasan. Penetasan dilakukan dengan memasangkan induk jantan dengan induk betina, yang menghasilkan genitalia mereka. Benih yang dihasilkan dapat dijual atau ditanam ke petani lain. Keberhasilan tempat penetasan dapat dilihat dari kualitas dan jumlah bibit yang dihasilkan, jadi harus berhati-hati dalam memilih tempat penetasan dan stok penetasan untuk memastikan keturunan yang baik.


Pembenihan dan Perawatan Calon Induk

Sang ibu memainkan peran penting dalam tempat penetasan, karena efisiensi pemotong dipengaruhi oleh kualitas induk yang digunakan. Dalam budidaya lobster skala kecil (rumah tangga), peternak biasanya memiliki paket utama minimum 25 betina dan 15 jantan.


Pemilihan Calon Induk

Pilihan ayah yang memungkinkan bisa mulai dari 2 hingga 3 bulan atau panjangnya mencapai 5 cm. Namun, potensi orang tua untuk digunakan harus setidaknya 6-7 bulan dengan panjang tubuh 12-15 cm. Berikut adalah tips untuk kemungkinan pemilihan batang bawah yang berkualitas.

1) Pemilihan induk masa depan yang merupakan pertumbuhan tercepat dapat dilihat dalam bentuk tubuh yang gemuk daripada yang lain.
2) Pilih orang tua potensial dengan nafsu makan besar.
3) Pilih orang tua yang gerakannya gesit.
4) Pilih ayah potensial dengan tubuh mengkilap.
5) Perhatikan gender. Jangan memilih alat kelamin laki-laki yang funky yang tidak terlalu menonjol dan cakarnya terlalu merah.
6) Jangan memilih lobster kecil dengan kepala dan leher besar karena ini adalah tanda tidak cukup makan.

Kandidat keluarga diperoleh dengan membeli kemungkinan perantara dari petani lain. Masa depan orang tua dari 6-7 bulan dengan panjang tubuh 12-15 cm.


Perawatan Calon Induk

Calon ibu siap disimpan dalam wadah terpisah dengan lobster lain dan disimpan. Pemisahan ini dibuat agar calon orang tua dapat mengontrol dan mengontrol perkembangan lebih mudah, membuat serat terasa lebih nyaman. Selain itu, kemungkinan indeks pria dan wanita dipisahkan ke dalam wadah yang berbeda sehingga pernikahan yang tidak diinginkan terjadi ketika orang tua masa depan belum matang secara seksual. Wadah pemeliharaan dalam bentuk akuarium berukuran 1 x 0,5 x 0,4 diisi dengan air hingga kedalaman 10-20 cm. Ada 8 ibu di akuarium ini.

Selama pengobatan, orang tua potensial memberi makan dalam bentuk cacing dan cacing darah. Dosis makanan yang diberikan per hari adalah 3% dari total berat induk potensial. Makanan diberikan dua kali sehari di pagi dan malam hari. Untuk menghasilkan telur berkualitas tinggi dan meningkatkan daya tetas telur, makanan yang disediakan mengandung 25-35% protein tinggi.

 

 

Sumber : https://anekabudidaya.com/